Cintailah Prosesnya, dan Nikmatilah hasilnya

          

           Kita semua tahu, dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang terjadi secara instan, atau bahkan hanya sebuah kebetulan. Semuanya membutuhkan proses yang panjang dan menyakitkan untuk mencapai hasil yang memuaskan. Kadang kala kita bertanya dalam diri sendiri ' Sampai kapan? sampai kapan kita harus berjuang.' Iya, setiap manusia memang selalu menginginkan hasil yang cepat tanpa perlu repot-repot melewati proses yang sedemikian rumitnya. Tapi pernahkah kita berfikir tentang sebuah keramik indah yang di jual di sebuah pasar tradisional atau bahkan mall besar, bukankah sebuah keramik sekalipun memerlukan proses yang panjang dan menyakitkan, dari mulai tanah liat yang tidak berharga, lalu di olah dan di putar terus oleh pengrajin hingga membentuk suatu bentuk yang di inginkan, lalu di jemur dalam panasnya terik matahari, bahkan tidak berhenti sampai disana, sebuah keramik yang masih setengah jadi itu harus di bakar dalam panas api yang menyala kemudian di dinginkan dan di jemur lagi, hingga sampai pada proses pewarnaan, barulah bisa menjadi bentuk indah dan harga yang mahal?.

             Demikian juga dengan manusia, kita tidak di tuntut untuk terus bertanya, 'Sampai Kapan.' hanya saja kita hanya perlu menikmati prosesnya, mencintai alur yang sedang Tuhan berikan untuk mencapai apa yang kita inginkan. dan saat semua proses itu selesai, kita bisa menikmati hasilnya, Indah Bukan?

               Karena itu, bersabarlah, Tuhan sedang mengujimu seberapa kuat tekadmu dalam mencapai keinginan, Tidak ada sebuah proses yang sia-sia jika di jalani dengan senang hati dan ikhlas, mungkin saat ini kamu sedang bersedih karena begitu sulitnya menempuh proses yang bertubi-tubi, tapi yakinlah, kesuksesanmu sedang menunggu di ujung jalan sana, menantimu dan mempersiapkan diri untuk mengucapkan 'Selamat datang' kepadamu.

               Aku juga sering merasakan hal yang sama, tiba-tiba down dan berfikir untuk menyerah, tapi saat aku menengok ke belakang dan melihat semua proses yang sudah ku lalui, rasanya terlalu bodoh untuk berhenti sampai di titi itu, jadi aku berfikir untuk melanjutkannya kembali. Ayo Sobat, dunia ini bukan tempat kita menyerah, dunia selalu menantangmu, mempersembahkan karya-karya terbaik

salam
Syiffanis Amaar