Aku ingat saat pertama kali kita bertemu, bertegur sapa, dan mendekat saja rasanya enggan, paling kita hanya bersua saat ada kepentingan. lucu rasanya jika mengingat kita bisa sedekat ini sekarang, tak pernah terduga juga bahwa kau mengatakan hal yang tak pernah aku duga. 'Aku menyukaimu'. ya seperti itulah kiranya. Ah.. rasanya hampir membunug setiap ruas-ruas tulangku saking gembiranya. Aku ingat setiap hal yang perah kita lewati, sedetikpun aku tak berhasil melupakaanya, mungkin karena memang aku yang terlalu mudah terhanyut dalam perasaan.
Kau tahu?, ternyata mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Nyatanya aku tak bisa mempertahankanmu, atau mungkin Tuhan memang sedang jengah dengan apa yang kita lakukan. Campur tangannya memang selalu mengiringi di setiap langkah kita, RencanaNya memang tak bisa kita pungkiri, bahwa setiap apa yang kita lewati, Tuhan selalu mengiringi. Aku lupa teori sederhana itu.
Kini, ketika Tuhan meminta kita Berpisah, aku tak ingin menahanmu lebih lama disisiku lagi. Aku hanya bisa percaya, Dia selalu menyiapkan rencana indah, hal-hal yang tak pernah kita duga, kejadian manis dan pahit yang pernah kita alami, Memang Tuhan yang sudah mengaturnya.
Setiap kali rasa itu datang, aku harus memubunuhnya sendiri, Berat sekali, saat setiap kerinduan itu datang, aku harus menyibukkan diri agar bisa melupakan rasa itu, hanya sesaat, ya hanya sesaat, aku tak bisa menahannya terlalu lama. Aku hanya bisa membisikkan sesuatu pada hatiku, bahwa aku berjanji, ini hanya berlangsung sesaat, kita pasti bisa melewatinya bersama, ya, mungkin hati ini memang tengah memahami, jika diriku tidak akan mungkin bisa mengikhlaskan dia dengan Cepat.
Mungkin Tuhan memang tengah mengajariku bagaimana cara mengikhlaskan,
Aku tak ingin protes dengan apa yang Dia tentukan,
Begitupun Aku tak ingin marah dengan tidak menerima ketentuanNya
Lagipula bukankah Tuhan sendiri yang menjanjikan, Dia akan memberikan jalan terbaik untuk semua Hambanya, dan aku hanya bisa percaya itu, kita mungkin harus berpisah saat ini, tetapi di masa depan? Siapa yang tahu Rencana-Nya?
untuk kalian yang tengah patah hati, Bangkit Ya... :)
salam
Syiffanis