Setiap malam, ketika aku pulang kuliah, mereka selalu bisa ku jumpai dengan mudah, duduk dan menepi di pinggir jalan, bahkan tak sedikit dari mereka yang membawa anak anaknya, tubuh tubuh kecil anak anak itu terbaring nyenyak bagaikan diatas kasur, padahal yang kulihat hanyalah papan keras tak beralas diatas gerobak.
Cahaya cahaya malam dari kendaraan yang melintas disamping mereka mungkin hanyalah sebagian peneman dalam tidur mereka, setelah lelah bertahan diatas kerasnya arus kehidupan yang begitu deras. Aku tak tahu harus berkata apa, semua perasaan yang ku rasa sangat tidak mudah di gambarkan. Yang ku tahu, Jakarta, kota metropolitan, kota yang selalu dikagumi akan keindahan gedung gedung besar nan megah, ternyata masih menyimpan kisah pilu di sela sela jalan kecil yang tersembunyi. Seperti sang " Manusia Gerobak " yang kuharap dapat menikmati hidup layak di kota ini
By. Syiffanis Amaar

No comments:
Post a Comment