Kau mengecewakanku
Hanya selembar kertas kosong yang bisa kutatap dalam diam. bukan lagi wajahmu, atau angan tentangmu, Aku sudah tidak tahu bagaimana hati ini terbentuk, semua hancur lebur bersama seluruh angan-angan tentangmu. Bilamana kau memang berniat pergi, silahkan saja, aku tak pernah memaksamu berdiri disampingku atau bahkan memaksamu tetap bertahan dalam hubungan yang bahkan kau sendiripun tidak bisa menjelaskan.
Kau tahu?, Mencintaimu itu ibarat menancapkan duri kedalam dagingku sendiri. Menyakitkan, namun aku tak bisa berhenti melakukannya.
dan saat ini, ketika langit bergemuruh ingin melunturkan tetes tetes air ke permukaan bumi, untuk pertama kalinya aku mengatakan, aku benar-benar menyesal pernah mengenalmu. pernah masuk ke hidupmu.
Kau tak butuh aku mendampingimu, yang kau butuhkan hanya ragaku, bukan hatiku, kau tak pernah membutuhkan kehadiranku, yang kau butuhkan hanya manfaat dari adanya diriku. ah sudahlah, aku sendiripun tak bisa lagi menggambarkan betapa kekecewaan ini menelusup kedalam hati.
Tanpa adanya diriku, kau masih bisa melanjutkan hidup bukan?,
kesadaranku masih belum hilang seluruhnya,
aku masih sadar, bahwa diriku memang tak begitu berarti bagimu
Hei kau, aku tak pernah menginginkan kau membaca tulisanku, atau menyelinap sedikit saja kedalam karyaku, jadi biarkan saja tulisan ini ada menjadi kenangan yang seumur hidup akan kusimpan.
Kau yang pernah menjadikan diriku seolah berharga, Terimakasih...
aku ingin menyudahinya ...
Mengikhlaskan Kehilangan
Tentang dirimu, tentang diriku dan tentang kita di masa lalu,
Aku tak menampik mengatakan aku pernah bersama denganmu, mengisi hari-hariku dengan senyum dan wajahmu, memimpikan hal-hal indah dan masa depan yang akan kita bangun di kemudian hari. sampai kita benar-benar lupa, bahwa ada Tuhan yang akan mengatur semuanya.
Setidaknya kita masih bisa bersyukur, ketika Tuhan menyadarkan bahwa apa yang kita jalani adalah salah. Aku berterima kasih sekali padamu, karena dengan tegas memutuskan mengakhiri kisah haram itu, membebaskanku memilih. meski itu artinya, kau tidak memaksaku untuk menunggumu..
Bohong, jika aku katakan aku baik-baik saja setelah kehilangan.
Bohong, jika aku katakan aku tidak akan mengingatmu dan akan melepaskanmu dengan mudah,
Berkali-kali aku coba untuk pergi darimu, menganggap semuanya akan baik-baik saja, berkali-kali pula aku harus tega menikam hatiku sendiri untuk memendam namamu di dalam kepalaku.
Aku tidak tahu, tetapi mungkin Tuhan memang tengah menyiapkan kisah terindah untuk diri kita masing-masing. Rencana yang tak akan pernah kita duga. Bukankah Tuhan memang sudah berjanji bahwa dia akan menyiapkan yang terbaik untuk hambanya?, lalu akan kubiarkan diri ini pasrah, mengikuti alur kemana takdir Tuhan membawaku pergi, kepada siapa hati ini di labuhkan kembali, tentu dengan Ridho dariNya. Aku tak akan protes, tak akan banyak bicara, aku hanya ingin mencintai kehilangan ini dengan sebaik-baiknya, menjalani hari-hari dengan tulus.
Mungkin, tangis yang kau beri saat itu adalah cara Tuhan menyadarkanku, bahwa Cinta di dunia ini hanya ada satu, dan karena kehilangan inipula aku bisa kembali mendekat padaNya.
terkadang rindu memang tak pernah berbaik hati membiarkan aku tenang, dia selalu datang, mengetuk pintu hati ini meminta agar tetap dizinkan masuk. aku tak akan membunuh rasa rindu itu, aku akan memeluknya dalam bait-bait doa yang kupanjatkan kepadaNya di atas sajadah dalam sujudku.
Mungkin, Tuhan ingin kita sama - sama saling merindukan dalam bait-bait Doa yang kita panjatkan untuk menggenapkan jarak kita
Ketika Tuhan Meminta kita Berpisah, Aku tak ingin menahanmu lagi
Aku ingat saat pertama kali kita bertemu, bertegur sapa, dan mendekat saja rasanya enggan, paling kita hanya bersua saat ada kepentingan. lucu rasanya jika mengingat kita bisa sedekat ini sekarang, tak pernah terduga juga bahwa kau mengatakan hal yang tak pernah aku duga. 'Aku menyukaimu'. ya seperti itulah kiranya. Ah.. rasanya hampir membunug setiap ruas-ruas tulangku saking gembiranya. Aku ingat setiap hal yang perah kita lewati, sedetikpun aku tak berhasil melupakaanya, mungkin karena memang aku yang terlalu mudah terhanyut dalam perasaan.
Kau tahu?, ternyata mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Nyatanya aku tak bisa mempertahankanmu, atau mungkin Tuhan memang sedang jengah dengan apa yang kita lakukan. Campur tangannya memang selalu mengiringi di setiap langkah kita, RencanaNya memang tak bisa kita pungkiri, bahwa setiap apa yang kita lewati, Tuhan selalu mengiringi. Aku lupa teori sederhana itu.
Kini, ketika Tuhan meminta kita Berpisah, aku tak ingin menahanmu lebih lama disisiku lagi. Aku hanya bisa percaya, Dia selalu menyiapkan rencana indah, hal-hal yang tak pernah kita duga, kejadian manis dan pahit yang pernah kita alami, Memang Tuhan yang sudah mengaturnya.
Setiap kali rasa itu datang, aku harus memubunuhnya sendiri, Berat sekali, saat setiap kerinduan itu datang, aku harus menyibukkan diri agar bisa melupakan rasa itu, hanya sesaat, ya hanya sesaat, aku tak bisa menahannya terlalu lama. Aku hanya bisa membisikkan sesuatu pada hatiku, bahwa aku berjanji, ini hanya berlangsung sesaat, kita pasti bisa melewatinya bersama, ya, mungkin hati ini memang tengah memahami, jika diriku tidak akan mungkin bisa mengikhlaskan dia dengan Cepat.
Mungkin Tuhan memang tengah mengajariku bagaimana cara mengikhlaskan,
Aku tak ingin protes dengan apa yang Dia tentukan,
Begitupun Aku tak ingin marah dengan tidak menerima ketentuanNya
Lagipula bukankah Tuhan sendiri yang menjanjikan, Dia akan memberikan jalan terbaik untuk semua Hambanya, dan aku hanya bisa percaya itu, kita mungkin harus berpisah saat ini, tetapi di masa depan? Siapa yang tahu Rencana-Nya?
untuk kalian yang tengah patah hati, Bangkit Ya... :)
salam
Syiffanis
Kau tahu?, ternyata mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Nyatanya aku tak bisa mempertahankanmu, atau mungkin Tuhan memang sedang jengah dengan apa yang kita lakukan. Campur tangannya memang selalu mengiringi di setiap langkah kita, RencanaNya memang tak bisa kita pungkiri, bahwa setiap apa yang kita lewati, Tuhan selalu mengiringi. Aku lupa teori sederhana itu.
Kini, ketika Tuhan meminta kita Berpisah, aku tak ingin menahanmu lebih lama disisiku lagi. Aku hanya bisa percaya, Dia selalu menyiapkan rencana indah, hal-hal yang tak pernah kita duga, kejadian manis dan pahit yang pernah kita alami, Memang Tuhan yang sudah mengaturnya.
Setiap kali rasa itu datang, aku harus memubunuhnya sendiri, Berat sekali, saat setiap kerinduan itu datang, aku harus menyibukkan diri agar bisa melupakan rasa itu, hanya sesaat, ya hanya sesaat, aku tak bisa menahannya terlalu lama. Aku hanya bisa membisikkan sesuatu pada hatiku, bahwa aku berjanji, ini hanya berlangsung sesaat, kita pasti bisa melewatinya bersama, ya, mungkin hati ini memang tengah memahami, jika diriku tidak akan mungkin bisa mengikhlaskan dia dengan Cepat.
Mungkin Tuhan memang tengah mengajariku bagaimana cara mengikhlaskan,
Aku tak ingin protes dengan apa yang Dia tentukan,
Begitupun Aku tak ingin marah dengan tidak menerima ketentuanNya
Lagipula bukankah Tuhan sendiri yang menjanjikan, Dia akan memberikan jalan terbaik untuk semua Hambanya, dan aku hanya bisa percaya itu, kita mungkin harus berpisah saat ini, tetapi di masa depan? Siapa yang tahu Rencana-Nya?
untuk kalian yang tengah patah hati, Bangkit Ya... :)
salam
Syiffanis
Setitik Senja di Pematang Hari #Satu
Aku tak tahu harus memulai tulisan ini dari mana, yang aku tahu, fikiranku selalu mengarah kepadamu. Kamu yang mungkin tak sedikitpun memikirkan diriku, kamu yang selalu asyik dengan duniamu..
Ah...., Rasanya aku seperti wanita yang megharapkan belas kasih dari seorang yang bahkan tak pernah perduli. telingaku terkadang berdengung tatkala hatiku lelah memikirkanmu. puing-puing hal tentangmu tak pernah berhasil aku petakan. Semua nampak berantakan hingga aku sendiripun jengah.
Aku pernah menyaksikan sunset di tepi pantai, sunset yang dipandang indah sebagian orang, namun terlihat biasa di mataku. Senja dan jingganya langit seolah tak berarti apa-apa. dalam hening fikiranku hanya bergejolak tentangmu.
Aku berbalik, berpaling dari bibir pantai, mengabaikan ombak yang tiada henti menampar terumbu karang. aku melihatmu dari kejauhan, berjalan santai sambil sesekali angin meniup helaian rambutmu. Sedikit senyum tercurah diantara kedua tangan yang sibuk membawa dua botol minuman dingin, lalu dalam sekejap kau sudah duduk di sampingku.
" Kamu Cantik." Ucapnya ringan dengan senyum khas yang tak pernah bisa aku lupakan.
Entah, apakah kalimat itu benar-benar di tunjukan untukku atau memang kalimat itu sering kau tunjukkan untuk banyak wanita di luar sana, yang aku tahu, aku selalu berbunga-bunga ketika kau mengucapkannya.
sama seperti manusia pada umumnya, aku tak bisa membaca fikiranmu, tak bisa menebak perasaanmu, aku hanya bisa menerka.
" Berhentilah menerka nerka perasaan orang lain, begitupun dengan perasaanku, kau tidak pernah tahu bagaimana dirimu didalam hatiku."
sebait kata yang sering dia ucapkan.
Aku hanya bisa diam menatapnya, Haruskah aku percaya dengan kata-kata itu, ataukah percaya pada hatiku sendiri?
Ah...., Rasanya aku seperti wanita yang megharapkan belas kasih dari seorang yang bahkan tak pernah perduli. telingaku terkadang berdengung tatkala hatiku lelah memikirkanmu. puing-puing hal tentangmu tak pernah berhasil aku petakan. Semua nampak berantakan hingga aku sendiripun jengah.
Aku pernah menyaksikan sunset di tepi pantai, sunset yang dipandang indah sebagian orang, namun terlihat biasa di mataku. Senja dan jingganya langit seolah tak berarti apa-apa. dalam hening fikiranku hanya bergejolak tentangmu.
Aku berbalik, berpaling dari bibir pantai, mengabaikan ombak yang tiada henti menampar terumbu karang. aku melihatmu dari kejauhan, berjalan santai sambil sesekali angin meniup helaian rambutmu. Sedikit senyum tercurah diantara kedua tangan yang sibuk membawa dua botol minuman dingin, lalu dalam sekejap kau sudah duduk di sampingku.
" Kamu Cantik." Ucapnya ringan dengan senyum khas yang tak pernah bisa aku lupakan.
Entah, apakah kalimat itu benar-benar di tunjukan untukku atau memang kalimat itu sering kau tunjukkan untuk banyak wanita di luar sana, yang aku tahu, aku selalu berbunga-bunga ketika kau mengucapkannya.
sama seperti manusia pada umumnya, aku tak bisa membaca fikiranmu, tak bisa menebak perasaanmu, aku hanya bisa menerka.
" Berhentilah menerka nerka perasaan orang lain, begitupun dengan perasaanku, kau tidak pernah tahu bagaimana dirimu didalam hatiku."
sebait kata yang sering dia ucapkan.
Aku hanya bisa diam menatapnya, Haruskah aku percaya dengan kata-kata itu, ataukah percaya pada hatiku sendiri?
Yuk belajar makna cinta dari Quote Novel Serambi Cinta di Negeri Cahaya ini
Tak ada cinta yang sempurna, selain Cinta yang maha menciptakan cinta
Tuhan memang telah menciptkan manusia berpasang-pasangan untuk mengarungi cinta yang di berikan olehnya,
namun saat perbedaan itu terjadi, haruskah segala cinta yang telah terajut dengan harapan-harapannya di ikhlaskan dan di biarkan Pergi?
namun saat perbedaan itu terjadi, haruskah segala cinta yang telah terajut dengan harapan-harapannya di ikhlaskan dan di biarkan Pergi?
Ketika Perbedaan mampu menghalangi kebersaamaan Cinta
justru Cintalah yang berhasi menyatukan perbedaan itu
justru Cintalah yang berhasi menyatukan perbedaan itu
1. Tiga Hal yang tak boleh kau korbankan demi cinta, Agama, Harga diri dan Keluarga
Setujukah jika ketiga hal ini harus di pegang teguh teguh ?
Agamamu, karena pondasi dalam hidup adalah Agama, yang kedua adalah Harga diri dan Keluarga, apakah Cinta akan bahagia jika Keluarga yang menjadi taruhanya??
yuk pikirkan kembali sob, Cinta bukan hal satu-satunya yang harus di perjuangkan dalam hidup kan ....
Agamamu, karena pondasi dalam hidup adalah Agama, yang kedua adalah Harga diri dan Keluarga, apakah Cinta akan bahagia jika Keluarga yang menjadi taruhanya??
yuk pikirkan kembali sob, Cinta bukan hal satu-satunya yang harus di perjuangkan dalam hidup kan ....
2. Perjuangan Embun dalam Menolak Cinta Varo yang berbeda Keyakinan dengannya
Agama adalah hal yang paling utama sebelum menjalin sebuah hubungan. ketika kita jatuh cinta dengan seseorang yang berbeda keyakinan, disanalah kekuatan Cinta kita di uji, Apakah kita lebih cinta kepada makhluk-Nya? ataukah Memilih mundur karena Cinta kepada Pencipta-Nya
3. Meskipun Sulit, tapi yakinlah akan ada Cinta yang lebih indah di kemudian hari
4. Dan Cinta pada akhirnya menuju pada sang Maha Mencinta
Cinta itu Universal bukan?
cinta itu maha luas, kita berhak jatuh cinta kepada siapapun, namun bukankah lebih bijak jika kita mencintai yang maha memberikan Cinta ?
novel ini bukan hanya berkisah tentang cinta sepasang kekasih, melainkan bagaiamana melabuhkan cinta kepada Tuhan sang pencipta yang maha menciptakan Cinta
5. Berdoalah Agar kita bisa bersama
Kekuatan Doa tak ada yang bisa menyangkal, maka berdoalah agar Tuhan menjodohkan dengan orang yang kamu cintai pada saat ini
Ketika dirimu Putus Asa dan Tak Ada Kemauan Melanjutkan
Banyak orang berpendapat bahwa mimpi adalah penggerak kehidupan, mimpi adalah alasan seseorang berjuang dalam hidupnya. Tentu aku tidak memungkiri hal ini, semangat yang dikobarkan adalah bagian dari mimpi. Bukaknkah Indonesia Merdeka juga berawal dari Mimpi?, Mimpi pejuang bangsa memerdekakan Negeri ini.
Namun apa jadinya jika semangatmu mewujudkan mimpi menurun?. mungkin kau kecewa karena berkali-kali mengalami kegagalan. setiap kali ingin mencoba, sisi lain dalam dirimu berbisik
" Untuk apa mencoba jika pada akhirnya gagal lagi?."
Kalau sudah begini, masihkah mampu kamu melawan bisikan itu? Masihkah kamu percaya bahwa tuhan sedang merencanakan yang terbaik untukmu?.
Percayakah kamu jika banyak orang sukses diluar sana terlahir dari kegagalan? kegagalan yang terus menerus di perbaiki hingga berhasil.
Lagipula, bukankah Tuhanmu maha Penyayang? Dia tidak akan tega melihatmu berkali-kali gagal atas semua usaha terbaikmu. Jadi, Jika saat ini kamu tengah berputus asa dan tidak ada kemauan melanjutkan mimpi, berkacalah kembali, lihat kedalam hatimu,
" Apakah Saya masih pantas bermimpi?." jika sebuah kegagalan berhasil menahan langkahmu.
salam
Syiffanis Amaar
Telah Terbit ... !!!
Alhamdulillah.... akhirnya terbit juga,
Well.. Novel ini adalah novel kedua yang terbit setelah Serambi Cinta di Negeri Cahaya Sukses mejeng di Toko Toko Buku dan Alhamdulillah sempat masuk top 10 di rak beberapa toko buku, semoga Novel terbaruku ini bisa mengikuti jejak novel sebelumnya dan semoga bisa lebih baik lagi :)
Spesifikasi Buku:
Judul: Memeluk Bayangmu
Penulis: Syiffanis Amaar
Halaman: viii+309
ISBN: 978-602-73238-9-6
Cetakan: April, 2016
Harga: Rp68.000
Penulis: Syiffanis Amaar
Halaman: viii+309
ISBN: 978-602-73238-9-6
Cetakan: April, 2016
Harga: Rp68.000
Sinopsis:
Seandainya bisa aku lebih memilih terlahir biasa saja tanpa kemampuan khusus, tanpa sedikit pun berbeda dengan mereka.
Seandainya bisa, aku ingin terus bersamamu, duduk di sampingmu, menggenggam jemarimu, memelukmu erat, serta berbagi tawa dan canda bersama selamanya. Sayang, takdir tak pernah berpihak padaku. bukan karena kemampuan itu pula, aku bisa melihat kepergianmu.
Saat-saat yang tak pernah kuduga. Dalam sekejap putaran bumi berhasil, mengubah seluruh poros hidupku. Membuatku harus terpaksa merelakanmu, satu-satunya orang yang dapat melindungiku. untuk sekejap saja, bisakah kukatakan jika aku sangat menyayangimu?
Menahanmu agar tetap di sisiku setelah hari ini. Apakah yang aku bisa hanya melihatmu dari kejauhan?
Memelukmu, meski hanya sebentuk bayangan.
Memelukmu, meski hanya sebentuk bayangan.
Buat kalian yang ngebet dan penasaran sama kisahnya bisa langsung di order aja yuk caranya
Sms/Wa ke nomor 0857 1154 4144
atau bisa juga ke nomor 0896 8066 7253
atau langsung ke Website resmi penerbit
http://www.lingkarmata.com/memeluk-bayangmu/
atau bisa juga ke nomor 0896 8066 7253
atau langsung ke Website resmi penerbit
http://www.lingkarmata.com/memeluk-bayangmu/
Kau yang kucintai sepenuh hati, kini ku bebeskan kau pergi
Inilah hal yang ku takutkan selama kita menjalani hubungan, saat aku harus melepaskan demi kebaikanmu. Sungguh tak ada niat dalam diriku untuk mengekangmu, membuatmu tidak bebas dan merasa kegiatanmu di batasi. sungguh aku tidak menyadari sikapku selama ini. satu kata yang hanya bisa ku ucapkan saat ini hanyalah permintaan maaf .
1. Percayakah, jika kamu adalah orang pertama yang membuatku jatuh cinta berkali-kali
kamulah orangnya via http://a4.images.bridestory.com/
Ingatkah kamu ketika pertama kali kita dekat? ketika bunga-bunga cinta itu tumbuh. ketika aku mulai bisa mengubur semua luka yang pernah aku rasakan saat kehilangan seseorang. kamulah yang telah menyembuhkannya. Dulu, Aku sering berfikir, apakah hubungan kita akan berakhir seperti kisahku sebelumnya, ataukah, kita akan berakhir dengan rasa bahagia. Kamulah yang meyakinkanku, kamulah yang membuatku kembali percaya, jika kamulah yang terakhir dalam hidupku.
Aku selalu merindukan saat itu, rasa khawatirmu, cemburumu ketika aku dekat dengan laki-laki lain. omelanmu ketika aku tidak ingin makan ataupun sedang sakit. Aku sangat merindukannya. juga semua pesan yang pernah kamu kirimkan.
" Kamu dimana?, kok nggak ngabarin aku?."
atau
" Aku kangen kamu."
semua itu sudah cukup membuatku bahagia. saat itu, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, bahkan rasanya 24 jam pun tidak cukup.
semua itu sudah cukup membuatku bahagia. saat itu, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, bahkan rasanya 24 jam pun tidak cukup.
2. Kita pernah bermimpi bersama sampai Tua, sampai Tuhan memanggil salah satu diantara kita

kita pernah bermimpi bersama via http://www.melissaheartsweddings.com/
Aku masih ingat semuanya, senyumanmu ketika kita membicarakan masa depan, meski hanya sekedar perbincangan biasa. namun aku sangat bahagia. semua kenangan yang pernah kita lewati, memang tidak mudah di hapus, begitu banyak hal indah yang kamu berikan, begitu banyak momen yang pernah kita lewati. rasanya, air mata ini tak bisa menggantikan seluruhnya,
Dulu
Kita punya impian yang sama
mengarungi hidup bersama hingga tuhan memisahkan
Dulu
Kita punya impian yang sama
mengarungi hidup bersama hingga tuhan memisahkan
3. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu

aku merindukanmu via http://cdnstatic.visualizeus.com/
Lucu rasanya jika aku masih tetap merindukanmu meski kamu ada di sampingku. Entah apa alasanya, namun sekarang, aku selalu canggung menatapmu, memegang tanganmu, apalagi memperhatikan wajahmu. rasanya seperti kamu adalah orang asing dihadapanku, yang jauh ku raih.
aku memang tidak pernah pandai memahamimu, memahami kesibukanmu, dan mungkin aku memang seseorang yang egois di matamu. Sampai saat ini aku tetap bersyukur, karena kamu masih sempat memberikan kabar di sela-sela waktu sibukmu, meski aku tahu itu kamu lakukan dengan terpaksa agar diriku bisa tenang.
Aku merindukanmu, merindukan sikapmu yang dulu.
4. Aku tahu, aku bukan prioritas utamamu, namun kamulah prioritas utamaku

kamulah prioritasku via http://data.whicdn.com/
Apakah ini kesalahanku? atau kebodohanku yang sudah menempatkanmu di posisi teratas dalam kehidupanku? aku tidak pernah berpikir akan menempatkanmu di posisi ini, semua terjadi begitu saja. kamu mungkin tidak membutuhkan kabar apapun dariku, apa aku baik-baik saja, namun percayalah, aku sangat membutuhkan kabarmu. bahkan rasanya ketika tidak ada satu kabar apapun darimu, seluruh tubuhku terasa lemas, kekhawatiranku memuncak tak terbendung.
rasanya baru kemaren aku melihatmu tertawa lebar saat bersamaku, bercandaanmu yang garing namun berhasil membuatku tertawa, bujuk rayumu saat aku merajuk, dan membuatku hampir kehilangan kesadaran saat kamu hilang secara tiba-tiba dan kembali muncul secara tiba-tiba.
Aku tidak ingin memintamu kembali seperti dulu, tidak sama sekali
Aku tidak ingin memintamu kembali seperti dulu, tidak sama sekali
5. Ketika semesta meminta kita berpisah, aku tidak akan menentangnya lagi

aku ikhlasn melepasmu via http://4.bp.blogspot.com/
Aku percaya, Tuhan punya rencana indah di balik semua yang terjadi. termasuk dengan hidupku dan kamu. saat ini tak ada yang bisa ku percaya lagi selain Tuhan. ketika kamu memutuskan semua harapan-harapan yang pernah ada dalam hidupku, ketika kamu membuat aku kecewa akan semua sikap dan perlakuanmu. aku tidak menyalahkanmu, memang akunya saja yang terlalu berharap lebih kepadamu, sikapku yang akhirnya membuatmu gerah dan memilih pergi.
Ibarat seorang penulis, dia akan memberikan akhir terbaik untuk tokoh utama dalam kisahnya. begitupun dengan Tuhan, dia adalah penulis terhebat yang akan memberikan akhir-akhir terbaik untuk setiap tokoh dalam skenarionya.
walaupun sulit, walaupun berat, jika ini yang semesta inginkan, jika ini yang kamu inginkan, aku tidak akan menentangnya lagi,
aku relakan kamu pergi dengan setulus hatiku. namun, izinkan aku untuk tetap mendoakanmu...
aku relakan kamu pergi dengan setulus hatiku. namun, izinkan aku untuk tetap mendoakanmu...
Untukmu, yang masih kuragukan kehadirannya
Aku hanyalah seorang penulis yang bahkan tidak mampu merangkai kata-kata indah saat hatinya tersakiti, cuma ungkapan amarah, dan ocehan yang mungkin tidak berguna bagimu. sampai detik ini, entah mengapa, meski sudah berkali-kali kau buat aku terjatuh, aku masih ingin bangkit, aku masih ingin berdiri tegap disampingmu. kekecewaan dan rasa sakit yang kau torehkan padaku setiap hari, seolah tidak menjadi cambuk bagiku melepaskanmu, aku justru semakin ingin berada disampingmu. memegang tanganmu, melihat jelas wajahmu, hanya itu, hanya itu yang ingin aku lakukan setiap kali bersamamu.
Ini adalah keputusanku dan balasan yang aku terima setelah aku memilih bersamamu. sikap angkuhmu, tidak perdulimu, sudah menjadi sarapanku setiap pagi, namun entah kenapa aku masih enggan melepaskanmu.
sungguh ini berat, sangat berat. kau mungkin tidak akan pernah membaca tulisanku disini, karena kamu memang selalu sibuk dengan duniamu, tanpa perduli, ada orang lain diluar sana yang sangat memperdulikanmu dan sangat mengkhawatirkanmu.
Namun, terlepas dari semua itu, masih ingatkah kau saat pertama kita dekat? betapa kau sangat mengistimewakanku, betapa aku sangat bahagia saat itu, ucapan-ucapan khawatirmu saat aku sakit, ucapan marahmu saat kau cemburu, semua ingatan itu selalu ingin membuatku tersenyum, namun juga menyisahkan luka teramat dalam di hati.
Mungkin aku terlalu kekanak-kanakan jika menginginkan semuanya kembali sepeti dulu, namun itulah yang paling sangat aku harapkan sekarang. kau perduli lagi.
Aku sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang, duniaku seolah berhenti berputar, pikiranku seolah tidak ingin lepas darimu, jujur saja aku sangat lelah, aku ingin menyerah, aku ingin merelakan semuanya, aku ingin melepaskanmu, namun semua kembali lagi, aku tidak punya hati setegar itu.
Hati ini tidak terbuat dari busa yang akan kembali kebentuk semula saat kau pukul. mungkin hanya terbuat dari lempengan besi yang akan langsung penyok saat benturan keras mengenai. Tapi diriku yang lain, nuraniku selalu memperbaiki penyokan itu hingga kembali kebentuk awal, meski tidak semulus seperti semula.
Aku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa atas semua masalah ini, diriku mungkin hanya butuh sedikit istirahat darimu, sedikit waktu agar bisa kembali tenang.
Tuhan, Ajarkan Aku Tersenyum
1. Masalah memang selalu datang tiap hari, tapi bukan berarti kamu harus memikirkannya, berdamailah dengan hatimu, berdamailah dengan keadaan.
Sebanyak apapun masalah yang tengah kamu hadapi, Tuhan tidak pernah mengatakan dan memintamu memikirkan jalan keluarnya, dia hanya memintamu bersabar dan berdoa. Ikutilah prosesnya, nikmatilah jalanNya. Karena apa yang sedang kamu pikirkan belum tentu sama dengan yang akan Tuhanmu berikan
2. Sadarlah, Hidup itu indah, sungguh tak layak jika kamu terus terusan Kecewa
Apa yang sedang kamu kecewakan? sadarkah kamu jika tuhan selalu memberikan segala hal yang kamu butuhkan? Mulai detik ini berjanjilah pada dirimu, akan menerima apapun dengan apa adanya. mencoba belajar bangga terhadap apapun yang kamu miliki, karena sesungguhnya hidupmu adalah anugerah Tuhan yang istimewa. tidak perlu kamu ratapi setiap hari, pejamkanlah matamu, tarik nafas sedalam dalamnya, dan tersenyumlah, lepaskan segala kekecewaan dalam hatimu, biarkan dia terbang, lenyap bersama angin, dan hilang tanpa bekas.
3. Hidup selalu punya dua sisi, Bahagia atau mau Bersedih?
seperti dua mata uang yang saling berlawanan, hidup pun begitu, kamu mau bahagia atau bersedih? jawabannya ada didalam dirimu sendiri, bukankah kedua hal itu adalah pilihan, kamu bebas menentukannya.
beberapa orang mengatakan, biarkan dirimu bersedih, namun jangan biarkan kesedihan melapisi duniamu, walau bagaimanapun, sebanyak apapun masalah dan kekecewaaanmu, kamu masih berhak bahagia. Tapi, apa kita mau terjebak dalam kesedihan? Merelakan hidup untuk bersedih? Pikirkan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Bukankah kita masih dianugerahi sebagian besar hal yang kita butuhkan agar tetap bahagia?
4. Hidupmu itu berharga, jangan pernah kau sesali
Begitu banyak hal -hal indah yang akan kamu dapati sejak pertama membuka mata, Matahari yang bersinar indah dan cerah, senyuman dari kedua orang tuamu, sapaan hangat dari anggota keluargamu, sebelum kamu menjalani aktivitas dan rutinitas yang melelahkan cobalah untuk sedikit tersenyum, dan bayangkan hal-hal menyenangkan yang pernah kamu alami selama kamu hidup dan bernafas, bukankah Tuhan sudah memberikanmu segalanya?
Jadi, mana yang kamu pilih, Bersyukur dengan hidupmu dan kamu akan bahagia, atau selalu merasa kurang dan kamu akan merasa Bersedih.
5. Buang Bebanmu, dan Bahagialah
Mudah kedengarannya, namun tidak sulit juga di praktekan, cobalah sedikit tersenyum meski awalnya di paksakan, namun lama kelamaan kamu juga akan terbiasa melakukannya, katakan dalam hatimu
" Mulai hari ini, saya harus bahagia, apapun yang terjadi saya harus tersenyum."
Satu hal yang harus kamu tahu, Bahagia itu sebenarnya sederhana.
Syiffanis Amaar
Subscribe to:
Comments (Atom)

















