Katanya Senyum itu Ibadah?
Katanya Senyum itu ibadah, loh bagaimana bisa?
Bisa!, Tahukah kamu setiap kali kita tersenyum dapat melancarkan peredaran darah dan dapat memperbaiki proses distribusi oksigen ke seluruh bagian tubuh. Senyum juga bisa merubah suasana hati yang semula mendung menjadi cerah.
Tersenyum juga dapat menyebabkan munculnya berbagai jenis Neurotransmitter yang merupakan penghubung antar sel saraf dalam jumlah berlimpah.
Percaya tidak hati yang murung itu menular kepada orang-orang disekeliling kita dan hati yang bahagia akan menular juga pada orang-orang disekeliling kita. Karena itu, Islam menganjurkan Umatnya untuk senantiasa berbuat baik, dan menebarkan kebaikan kepada sesama.
Menebarkan senyum sama saja dengan Ibadah, karena apabila kita tersenyum kepada mereka, otomatis otot wajah mereka juga akan merespon hal yang sama, yakni tersenyum pada kita.
Namun,kita harus tahu tempat dan kapan kita boleh tersenyum kepada orang lain. Sehingga orang yang melihat senyuman kita pun akan terpengaruh suasana hatinya menjadi senang dan ceria. Senyum kita bisa menjadi semangat bagi orang lain.
senyum adalah anugerah terindah. Dengan senyum ikhlas tanpa paksaan maka akan sangat bermanfaat sekali bagi kesehatan. Dan yang paling Penting Senyum itu Gratis..... :p
Senyum juga dapat mengurangi stres. Jangan lupa dengan hal penunjang senyum yang indah
diantaranya adalah gigi yang sehat.
Tetapi, bagaimana jika Alasanku tersenyum adalah Kamu?... >_<
Kau mengecewakanku
Hanya selembar kertas kosong yang bisa kutatap dalam diam. bukan lagi wajahmu, atau angan tentangmu, Aku sudah tidak tahu bagaimana hati ini terbentuk, semua hancur lebur bersama seluruh angan-angan tentangmu. Bilamana kau memang berniat pergi, silahkan saja, aku tak pernah memaksamu berdiri disampingku atau bahkan memaksamu tetap bertahan dalam hubungan yang bahkan kau sendiripun tidak bisa menjelaskan.
Kau tahu?, Mencintaimu itu ibarat menancapkan duri kedalam dagingku sendiri. Menyakitkan, namun aku tak bisa berhenti melakukannya.
dan saat ini, ketika langit bergemuruh ingin melunturkan tetes tetes air ke permukaan bumi, untuk pertama kalinya aku mengatakan, aku benar-benar menyesal pernah mengenalmu. pernah masuk ke hidupmu.
Kau tak butuh aku mendampingimu, yang kau butuhkan hanya ragaku, bukan hatiku, kau tak pernah membutuhkan kehadiranku, yang kau butuhkan hanya manfaat dari adanya diriku. ah sudahlah, aku sendiripun tak bisa lagi menggambarkan betapa kekecewaan ini menelusup kedalam hati.
Tanpa adanya diriku, kau masih bisa melanjutkan hidup bukan?,
kesadaranku masih belum hilang seluruhnya,
aku masih sadar, bahwa diriku memang tak begitu berarti bagimu
Hei kau, aku tak pernah menginginkan kau membaca tulisanku, atau menyelinap sedikit saja kedalam karyaku, jadi biarkan saja tulisan ini ada menjadi kenangan yang seumur hidup akan kusimpan.
Kau yang pernah menjadikan diriku seolah berharga, Terimakasih...
aku ingin menyudahinya ...
Mengikhlaskan Kehilangan
Tentang dirimu, tentang diriku dan tentang kita di masa lalu,
Aku tak menampik mengatakan aku pernah bersama denganmu, mengisi hari-hariku dengan senyum dan wajahmu, memimpikan hal-hal indah dan masa depan yang akan kita bangun di kemudian hari. sampai kita benar-benar lupa, bahwa ada Tuhan yang akan mengatur semuanya.
Setidaknya kita masih bisa bersyukur, ketika Tuhan menyadarkan bahwa apa yang kita jalani adalah salah. Aku berterima kasih sekali padamu, karena dengan tegas memutuskan mengakhiri kisah haram itu, membebaskanku memilih. meski itu artinya, kau tidak memaksaku untuk menunggumu..
Bohong, jika aku katakan aku baik-baik saja setelah kehilangan.
Bohong, jika aku katakan aku tidak akan mengingatmu dan akan melepaskanmu dengan mudah,
Berkali-kali aku coba untuk pergi darimu, menganggap semuanya akan baik-baik saja, berkali-kali pula aku harus tega menikam hatiku sendiri untuk memendam namamu di dalam kepalaku.
Aku tidak tahu, tetapi mungkin Tuhan memang tengah menyiapkan kisah terindah untuk diri kita masing-masing. Rencana yang tak akan pernah kita duga. Bukankah Tuhan memang sudah berjanji bahwa dia akan menyiapkan yang terbaik untuk hambanya?, lalu akan kubiarkan diri ini pasrah, mengikuti alur kemana takdir Tuhan membawaku pergi, kepada siapa hati ini di labuhkan kembali, tentu dengan Ridho dariNya. Aku tak akan protes, tak akan banyak bicara, aku hanya ingin mencintai kehilangan ini dengan sebaik-baiknya, menjalani hari-hari dengan tulus.
Mungkin, tangis yang kau beri saat itu adalah cara Tuhan menyadarkanku, bahwa Cinta di dunia ini hanya ada satu, dan karena kehilangan inipula aku bisa kembali mendekat padaNya.
terkadang rindu memang tak pernah berbaik hati membiarkan aku tenang, dia selalu datang, mengetuk pintu hati ini meminta agar tetap dizinkan masuk. aku tak akan membunuh rasa rindu itu, aku akan memeluknya dalam bait-bait doa yang kupanjatkan kepadaNya di atas sajadah dalam sujudku.
Mungkin, Tuhan ingin kita sama - sama saling merindukan dalam bait-bait Doa yang kita panjatkan untuk menggenapkan jarak kita
Ketika Tuhan Meminta kita Berpisah, Aku tak ingin menahanmu lagi
Aku ingat saat pertama kali kita bertemu, bertegur sapa, dan mendekat saja rasanya enggan, paling kita hanya bersua saat ada kepentingan. lucu rasanya jika mengingat kita bisa sedekat ini sekarang, tak pernah terduga juga bahwa kau mengatakan hal yang tak pernah aku duga. 'Aku menyukaimu'. ya seperti itulah kiranya. Ah.. rasanya hampir membunug setiap ruas-ruas tulangku saking gembiranya. Aku ingat setiap hal yang perah kita lewati, sedetikpun aku tak berhasil melupakaanya, mungkin karena memang aku yang terlalu mudah terhanyut dalam perasaan.
Kau tahu?, ternyata mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Nyatanya aku tak bisa mempertahankanmu, atau mungkin Tuhan memang sedang jengah dengan apa yang kita lakukan. Campur tangannya memang selalu mengiringi di setiap langkah kita, RencanaNya memang tak bisa kita pungkiri, bahwa setiap apa yang kita lewati, Tuhan selalu mengiringi. Aku lupa teori sederhana itu.
Kini, ketika Tuhan meminta kita Berpisah, aku tak ingin menahanmu lebih lama disisiku lagi. Aku hanya bisa percaya, Dia selalu menyiapkan rencana indah, hal-hal yang tak pernah kita duga, kejadian manis dan pahit yang pernah kita alami, Memang Tuhan yang sudah mengaturnya.
Setiap kali rasa itu datang, aku harus memubunuhnya sendiri, Berat sekali, saat setiap kerinduan itu datang, aku harus menyibukkan diri agar bisa melupakan rasa itu, hanya sesaat, ya hanya sesaat, aku tak bisa menahannya terlalu lama. Aku hanya bisa membisikkan sesuatu pada hatiku, bahwa aku berjanji, ini hanya berlangsung sesaat, kita pasti bisa melewatinya bersama, ya, mungkin hati ini memang tengah memahami, jika diriku tidak akan mungkin bisa mengikhlaskan dia dengan Cepat.
Mungkin Tuhan memang tengah mengajariku bagaimana cara mengikhlaskan,
Aku tak ingin protes dengan apa yang Dia tentukan,
Begitupun Aku tak ingin marah dengan tidak menerima ketentuanNya
Lagipula bukankah Tuhan sendiri yang menjanjikan, Dia akan memberikan jalan terbaik untuk semua Hambanya, dan aku hanya bisa percaya itu, kita mungkin harus berpisah saat ini, tetapi di masa depan? Siapa yang tahu Rencana-Nya?
untuk kalian yang tengah patah hati, Bangkit Ya... :)
salam
Syiffanis
Kau tahu?, ternyata mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Nyatanya aku tak bisa mempertahankanmu, atau mungkin Tuhan memang sedang jengah dengan apa yang kita lakukan. Campur tangannya memang selalu mengiringi di setiap langkah kita, RencanaNya memang tak bisa kita pungkiri, bahwa setiap apa yang kita lewati, Tuhan selalu mengiringi. Aku lupa teori sederhana itu.
Kini, ketika Tuhan meminta kita Berpisah, aku tak ingin menahanmu lebih lama disisiku lagi. Aku hanya bisa percaya, Dia selalu menyiapkan rencana indah, hal-hal yang tak pernah kita duga, kejadian manis dan pahit yang pernah kita alami, Memang Tuhan yang sudah mengaturnya.
Setiap kali rasa itu datang, aku harus memubunuhnya sendiri, Berat sekali, saat setiap kerinduan itu datang, aku harus menyibukkan diri agar bisa melupakan rasa itu, hanya sesaat, ya hanya sesaat, aku tak bisa menahannya terlalu lama. Aku hanya bisa membisikkan sesuatu pada hatiku, bahwa aku berjanji, ini hanya berlangsung sesaat, kita pasti bisa melewatinya bersama, ya, mungkin hati ini memang tengah memahami, jika diriku tidak akan mungkin bisa mengikhlaskan dia dengan Cepat.
Mungkin Tuhan memang tengah mengajariku bagaimana cara mengikhlaskan,
Aku tak ingin protes dengan apa yang Dia tentukan,
Begitupun Aku tak ingin marah dengan tidak menerima ketentuanNya
Lagipula bukankah Tuhan sendiri yang menjanjikan, Dia akan memberikan jalan terbaik untuk semua Hambanya, dan aku hanya bisa percaya itu, kita mungkin harus berpisah saat ini, tetapi di masa depan? Siapa yang tahu Rencana-Nya?
untuk kalian yang tengah patah hati, Bangkit Ya... :)
salam
Syiffanis
Setitik Senja di Pematang Hari #Satu
Aku tak tahu harus memulai tulisan ini dari mana, yang aku tahu, fikiranku selalu mengarah kepadamu. Kamu yang mungkin tak sedikitpun memikirkan diriku, kamu yang selalu asyik dengan duniamu..
Ah...., Rasanya aku seperti wanita yang megharapkan belas kasih dari seorang yang bahkan tak pernah perduli. telingaku terkadang berdengung tatkala hatiku lelah memikirkanmu. puing-puing hal tentangmu tak pernah berhasil aku petakan. Semua nampak berantakan hingga aku sendiripun jengah.
Aku pernah menyaksikan sunset di tepi pantai, sunset yang dipandang indah sebagian orang, namun terlihat biasa di mataku. Senja dan jingganya langit seolah tak berarti apa-apa. dalam hening fikiranku hanya bergejolak tentangmu.
Aku berbalik, berpaling dari bibir pantai, mengabaikan ombak yang tiada henti menampar terumbu karang. aku melihatmu dari kejauhan, berjalan santai sambil sesekali angin meniup helaian rambutmu. Sedikit senyum tercurah diantara kedua tangan yang sibuk membawa dua botol minuman dingin, lalu dalam sekejap kau sudah duduk di sampingku.
" Kamu Cantik." Ucapnya ringan dengan senyum khas yang tak pernah bisa aku lupakan.
Entah, apakah kalimat itu benar-benar di tunjukan untukku atau memang kalimat itu sering kau tunjukkan untuk banyak wanita di luar sana, yang aku tahu, aku selalu berbunga-bunga ketika kau mengucapkannya.
sama seperti manusia pada umumnya, aku tak bisa membaca fikiranmu, tak bisa menebak perasaanmu, aku hanya bisa menerka.
" Berhentilah menerka nerka perasaan orang lain, begitupun dengan perasaanku, kau tidak pernah tahu bagaimana dirimu didalam hatiku."
sebait kata yang sering dia ucapkan.
Aku hanya bisa diam menatapnya, Haruskah aku percaya dengan kata-kata itu, ataukah percaya pada hatiku sendiri?
Ah...., Rasanya aku seperti wanita yang megharapkan belas kasih dari seorang yang bahkan tak pernah perduli. telingaku terkadang berdengung tatkala hatiku lelah memikirkanmu. puing-puing hal tentangmu tak pernah berhasil aku petakan. Semua nampak berantakan hingga aku sendiripun jengah.
Aku pernah menyaksikan sunset di tepi pantai, sunset yang dipandang indah sebagian orang, namun terlihat biasa di mataku. Senja dan jingganya langit seolah tak berarti apa-apa. dalam hening fikiranku hanya bergejolak tentangmu.
Aku berbalik, berpaling dari bibir pantai, mengabaikan ombak yang tiada henti menampar terumbu karang. aku melihatmu dari kejauhan, berjalan santai sambil sesekali angin meniup helaian rambutmu. Sedikit senyum tercurah diantara kedua tangan yang sibuk membawa dua botol minuman dingin, lalu dalam sekejap kau sudah duduk di sampingku.
" Kamu Cantik." Ucapnya ringan dengan senyum khas yang tak pernah bisa aku lupakan.
Entah, apakah kalimat itu benar-benar di tunjukan untukku atau memang kalimat itu sering kau tunjukkan untuk banyak wanita di luar sana, yang aku tahu, aku selalu berbunga-bunga ketika kau mengucapkannya.
sama seperti manusia pada umumnya, aku tak bisa membaca fikiranmu, tak bisa menebak perasaanmu, aku hanya bisa menerka.
" Berhentilah menerka nerka perasaan orang lain, begitupun dengan perasaanku, kau tidak pernah tahu bagaimana dirimu didalam hatiku."
sebait kata yang sering dia ucapkan.
Aku hanya bisa diam menatapnya, Haruskah aku percaya dengan kata-kata itu, ataukah percaya pada hatiku sendiri?
Yuk belajar makna cinta dari Quote Novel Serambi Cinta di Negeri Cahaya ini
Tak ada cinta yang sempurna, selain Cinta yang maha menciptakan cinta
Tuhan memang telah menciptkan manusia berpasang-pasangan untuk mengarungi cinta yang di berikan olehnya,
namun saat perbedaan itu terjadi, haruskah segala cinta yang telah terajut dengan harapan-harapannya di ikhlaskan dan di biarkan Pergi?
namun saat perbedaan itu terjadi, haruskah segala cinta yang telah terajut dengan harapan-harapannya di ikhlaskan dan di biarkan Pergi?
Ketika Perbedaan mampu menghalangi kebersaamaan Cinta
justru Cintalah yang berhasi menyatukan perbedaan itu
justru Cintalah yang berhasi menyatukan perbedaan itu
1. Tiga Hal yang tak boleh kau korbankan demi cinta, Agama, Harga diri dan Keluarga
Setujukah jika ketiga hal ini harus di pegang teguh teguh ?
Agamamu, karena pondasi dalam hidup adalah Agama, yang kedua adalah Harga diri dan Keluarga, apakah Cinta akan bahagia jika Keluarga yang menjadi taruhanya??
yuk pikirkan kembali sob, Cinta bukan hal satu-satunya yang harus di perjuangkan dalam hidup kan ....
Agamamu, karena pondasi dalam hidup adalah Agama, yang kedua adalah Harga diri dan Keluarga, apakah Cinta akan bahagia jika Keluarga yang menjadi taruhanya??
yuk pikirkan kembali sob, Cinta bukan hal satu-satunya yang harus di perjuangkan dalam hidup kan ....
2. Perjuangan Embun dalam Menolak Cinta Varo yang berbeda Keyakinan dengannya
Agama adalah hal yang paling utama sebelum menjalin sebuah hubungan. ketika kita jatuh cinta dengan seseorang yang berbeda keyakinan, disanalah kekuatan Cinta kita di uji, Apakah kita lebih cinta kepada makhluk-Nya? ataukah Memilih mundur karena Cinta kepada Pencipta-Nya
3. Meskipun Sulit, tapi yakinlah akan ada Cinta yang lebih indah di kemudian hari
4. Dan Cinta pada akhirnya menuju pada sang Maha Mencinta
Cinta itu Universal bukan?
cinta itu maha luas, kita berhak jatuh cinta kepada siapapun, namun bukankah lebih bijak jika kita mencintai yang maha memberikan Cinta ?
novel ini bukan hanya berkisah tentang cinta sepasang kekasih, melainkan bagaiamana melabuhkan cinta kepada Tuhan sang pencipta yang maha menciptakan Cinta
5. Berdoalah Agar kita bisa bersama
Kekuatan Doa tak ada yang bisa menyangkal, maka berdoalah agar Tuhan menjodohkan dengan orang yang kamu cintai pada saat ini
Ketika dirimu Putus Asa dan Tak Ada Kemauan Melanjutkan
Banyak orang berpendapat bahwa mimpi adalah penggerak kehidupan, mimpi adalah alasan seseorang berjuang dalam hidupnya. Tentu aku tidak memungkiri hal ini, semangat yang dikobarkan adalah bagian dari mimpi. Bukaknkah Indonesia Merdeka juga berawal dari Mimpi?, Mimpi pejuang bangsa memerdekakan Negeri ini.
Namun apa jadinya jika semangatmu mewujudkan mimpi menurun?. mungkin kau kecewa karena berkali-kali mengalami kegagalan. setiap kali ingin mencoba, sisi lain dalam dirimu berbisik
" Untuk apa mencoba jika pada akhirnya gagal lagi?."
Kalau sudah begini, masihkah mampu kamu melawan bisikan itu? Masihkah kamu percaya bahwa tuhan sedang merencanakan yang terbaik untukmu?.
Percayakah kamu jika banyak orang sukses diluar sana terlahir dari kegagalan? kegagalan yang terus menerus di perbaiki hingga berhasil.
Lagipula, bukankah Tuhanmu maha Penyayang? Dia tidak akan tega melihatmu berkali-kali gagal atas semua usaha terbaikmu. Jadi, Jika saat ini kamu tengah berputus asa dan tidak ada kemauan melanjutkan mimpi, berkacalah kembali, lihat kedalam hatimu,
" Apakah Saya masih pantas bermimpi?." jika sebuah kegagalan berhasil menahan langkahmu.
salam
Syiffanis Amaar
Subscribe to:
Posts (Atom)








