Naskahmu di tolak penerbit ???


Hai... Sobat.... 
waaah udah lama Syifa nggak nulis di blog lagi nih, 

sebelumnya Syifa mau tanya, sobat udah berapa kali ngirim naskah ke penerbit? penerbit mayoor loh ya, bukan indie, karena kalo penerbit indie udah pasti naskah terbit. :) dan udah berapa kali mengalami penolakan di penerbit mayor?? sekali atau baru dua kali? atau justru lebih? kalo gitu, berati kita sama hehehehe




Tapi sobat masih belum nyerah kan meskipun naskahnya di tolak berkali-kali? yang namanya penulis itu harus punya mental baja !, kenapa syifa katakan harus punya mental baja?, ya karena seorang penulis harus rela dan harus ikhlas kalau naskahnya di tolak, jangan marah marah apalagi sampe berhenti nulis dan membuang mimpi kamu untuk jadi penulis, ckckckck ini nggak banget, kalo kamu masih punya semangat serendah itu, mendingan mundur deh jadi penulis, naskah baru di tolak sekali dua kali saja sudah menyerah, lalu bagaimana dengan J.K Rowling, Raditya Dika dan Tere Liye, mereka juga pasti pernah ngalamin yang namanya PENOLAKAN bahkan sampai berpuluh-puluh kali, tapi coba deh sobat pikirkan, jika seandainya mereka mundur dan menyerah ketika naskah mereka di tolak, kita nggak akan pernah bisa baca karya mereka seperti Harry Potter, Kambing Jantan, dan Negeri para Bedebahnya Tere Liye, naskah-naskah itu ada di toko buku, karena penulisnya tidak pernah lelah berusaha memperbaiki kualitas naskah dan mengirimkannya lagi kepenerbit lain. Ingat Sobat, 

"Bunga tidak akan mekar sebelum waktunya." naskahmu tidak akan terbit sebelum kamu bersungguh-sungguh menerbitkannya. 
oh iya, naskah yang di tolak penerbit itu bukan berarti jelek loh ya, ada beberapa faktor kenapa naskahmu bisa di tolak, berikut poin - poinya : 

  1. Ide yang disampaikan di naskah tersebut sesuatu yang sudah sering diulas di buku-buku yang telah terbit. kalau ini alasannya coba deh cari ide lain yang tentunya lebih menarik, kalau kamu ada di posisi pembacapun kamu males kan baca cerita yang kisahnya begitu begitu aja. 
  2.  Naskah tidak di proses dengan baik. misalnya, kamu menulis tidak pakai hati, yang penting kelar dan cepat selesai, ini klise banget, sebuah karya tidak akan mendapat hasil maksimal jika kita tidak melibatkan hati didalamnya. 
  3. Naskah terlalu berat bagi orang awam. ini juga kesalahan yang sering terjadi, coba deh kamu bayangkan misalkan target pembaca kita remaja, namun bahasa yang kita pakai adalah bahasa baku dan tidak sesuai dengan gaya bahasa remaja pada umumnya, kalau kamu ada di posisi pembaca pun, kamu akan merasa jenuh lantaran tidak mengerti maksud kata-katanya. 


oleh sebab itu, kalau naskah kita di tolak, jangan berkecil hati dulu. perbaikilah lagi, evaluasilah lagi, sampai naskah kamu benar-benar layak untuk di baca 

salam
Syiffanis Amaar


No comments:

Post a Comment