Kau yang kucintai sepenuh hati, kini ku bebeskan kau pergi



Inilah hal yang ku takutkan selama kita menjalani hubungan, saat aku harus melepaskan demi kebaikanmu. Sungguh tak ada niat dalam diriku untuk mengekangmu, membuatmu tidak bebas dan merasa kegiatanmu di batasi. sungguh aku tidak menyadari sikapku selama ini. satu kata yang hanya bisa ku ucapkan saat ini hanyalah permintaan maaf .

1. Percayakah, jika kamu adalah orang pertama yang membuatku jatuh cinta berkali-kali



kamulah orangnya via http://a4.images.bridestory.com/
Ingatkah kamu ketika pertama kali kita dekat? ketika bunga-bunga cinta itu tumbuh. ketika aku mulai bisa mengubur semua luka yang pernah aku rasakan saat kehilangan seseorang. kamulah yang telah menyembuhkannya. Dulu, Aku sering berfikir, apakah hubungan kita akan berakhir seperti kisahku sebelumnya, ataukah, kita akan berakhir dengan rasa bahagia.  Kamulah yang meyakinkanku, kamulah yang membuatku kembali percaya, jika kamulah yang terakhir dalam hidupku. 
Aku selalu merindukan saat itu, rasa khawatirmu, cemburumu ketika aku dekat dengan laki-laki lain. omelanmu ketika aku tidak ingin makan ataupun sedang sakit. Aku sangat merindukannya. juga semua pesan yang pernah kamu kirimkan. 
" Kamu dimana?, kok nggak ngabarin aku?." 
atau 
" Aku kangen kamu."

semua itu sudah cukup membuatku bahagia. saat itu, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, bahkan rasanya 24 jam pun tidak cukup. 

2. Kita pernah bermimpi bersama sampai Tua, sampai Tuhan memanggil salah satu diantara kita


kita pernah bermimpi bersama via http://www.melissaheartsweddings.com/
Aku masih ingat semuanya, senyumanmu ketika kita membicarakan masa depan, meski hanya sekedar perbincangan biasa. namun aku sangat bahagia. semua kenangan yang pernah kita lewati, memang tidak mudah di hapus, begitu banyak hal indah yang kamu berikan, begitu banyak momen yang pernah kita lewati. rasanya, air mata ini tak bisa menggantikan seluruhnya,
Dulu
Kita punya impian yang sama
mengarungi hidup bersama hingga tuhan memisahkan

3. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu


aku merindukanmu via http://cdnstatic.visualizeus.com/
Lucu rasanya jika aku masih tetap merindukanmu meski kamu ada di sampingku. Entah apa alasanya, namun sekarang, aku selalu canggung menatapmu, memegang tanganmu, apalagi memperhatikan wajahmu. rasanya seperti kamu adalah orang asing dihadapanku, yang jauh ku raih. 
aku memang tidak pernah pandai memahamimu, memahami kesibukanmu, dan mungkin aku memang seseorang yang egois di matamu. Sampai saat ini aku tetap bersyukur, karena kamu masih sempat memberikan kabar di sela-sela waktu sibukmu, meski aku tahu itu kamu lakukan dengan terpaksa agar diriku bisa tenang. 
Aku merindukanmu, merindukan sikapmu yang dulu.

4. Aku tahu, aku bukan prioritas utamamu, namun kamulah prioritas utamaku


kamulah prioritasku via http://data.whicdn.com/
Apakah ini kesalahanku? atau kebodohanku yang sudah menempatkanmu di posisi teratas dalam kehidupanku? aku tidak pernah berpikir akan menempatkanmu di posisi ini, semua terjadi begitu saja. kamu mungkin tidak membutuhkan kabar apapun dariku, apa aku baik-baik saja, namun percayalah, aku sangat membutuhkan kabarmu. bahkan rasanya ketika tidak ada satu kabar apapun darimu, seluruh tubuhku terasa lemas, kekhawatiranku memuncak tak terbendung. 
rasanya baru kemaren aku melihatmu tertawa lebar saat bersamaku, bercandaanmu yang garing namun berhasil membuatku tertawa, bujuk rayumu saat aku merajuk, dan membuatku hampir kehilangan kesadaran saat kamu hilang secara tiba-tiba dan kembali muncul secara tiba-tiba.

Aku tidak ingin memintamu kembali seperti dulu, tidak sama sekali

5. Ketika semesta meminta kita berpisah, aku tidak akan menentangnya lagi


aku ikhlasn melepasmu via http://4.bp.blogspot.com/
Aku percaya, Tuhan punya rencana indah di balik semua yang terjadi. termasuk dengan hidupku dan kamu. saat ini tak ada yang bisa ku percaya lagi selain Tuhan. ketika kamu memutuskan semua harapan-harapan yang pernah ada dalam hidupku, ketika kamu membuat aku kecewa akan semua sikap dan perlakuanmu. aku tidak menyalahkanmu, memang akunya saja yang terlalu berharap lebih kepadamu, sikapku yang akhirnya membuatmu gerah dan memilih pergi. 
Ibarat seorang penulis, dia akan memberikan akhir terbaik untuk tokoh utama dalam kisahnya. begitupun dengan Tuhan, dia adalah penulis terhebat yang akan memberikan akhir-akhir terbaik untuk setiap tokoh dalam skenarionya. 
walaupun sulit, walaupun berat, jika ini yang semesta inginkan, jika ini yang kamu inginkan, aku tidak akan menentangnya lagi,
aku relakan kamu pergi dengan setulus hatiku. namun, izinkan aku untuk tetap mendoakanmu...

Untukmu, yang masih kuragukan kehadirannya


Entah sudah yang keberapa kalinya perasaan ini terulang. Aku sudah sangat lelah akan sikapmu, akan kelakuanmu yang selalu menganggap semuanya baik-baik saja. yang selalu menganggap jika mengikhlaskan adalah hal termudah.

Aku hanyalah seorang penulis yang bahkan tidak mampu merangkai kata-kata indah saat hatinya tersakiti, cuma ungkapan amarah, dan ocehan yang mungkin tidak berguna bagimu. sampai detik ini, entah mengapa, meski sudah berkali-kali kau buat aku terjatuh, aku masih ingin bangkit, aku masih ingin berdiri tegap disampingmu. kekecewaan dan rasa sakit yang kau torehkan padaku setiap hari, seolah tidak menjadi cambuk bagiku melepaskanmu, aku justru semakin ingin berada disampingmu. memegang tanganmu, melihat jelas wajahmu, hanya itu, hanya itu yang ingin aku lakukan setiap kali bersamamu.

Ini adalah keputusanku dan balasan yang aku terima setelah aku memilih bersamamu. sikap angkuhmu, tidak perdulimu, sudah menjadi sarapanku setiap pagi, namun entah kenapa aku masih enggan melepaskanmu.

sungguh ini berat, sangat berat. kau mungkin tidak akan pernah membaca tulisanku disini, karena kamu memang selalu sibuk dengan duniamu, tanpa perduli, ada orang lain diluar sana yang sangat memperdulikanmu dan sangat mengkhawatirkanmu.

Namun, terlepas dari semua itu, masih ingatkah kau saat pertama kita dekat? betapa kau sangat mengistimewakanku, betapa aku sangat bahagia saat itu, ucapan-ucapan khawatirmu saat aku sakit, ucapan marahmu saat kau cemburu, semua ingatan itu selalu ingin membuatku tersenyum, namun juga menyisahkan luka teramat dalam di hati.

Mungkin aku terlalu kekanak-kanakan jika menginginkan semuanya kembali sepeti dulu, namun itulah yang paling sangat aku harapkan sekarang. kau perduli lagi.

Aku sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang, duniaku seolah berhenti berputar, pikiranku seolah tidak ingin lepas darimu, jujur saja aku sangat lelah, aku ingin menyerah, aku ingin merelakan semuanya, aku ingin melepaskanmu, namun semua kembali lagi, aku tidak punya hati setegar itu.

Hati ini tidak terbuat dari busa yang akan kembali kebentuk semula saat kau pukul. mungkin hanya terbuat dari lempengan besi yang akan langsung penyok saat benturan keras mengenai. Tapi diriku yang lain, nuraniku selalu memperbaiki penyokan itu hingga kembali kebentuk awal, meski tidak semulus seperti semula.

Aku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa atas semua masalah ini, diriku mungkin hanya butuh sedikit istirahat darimu, sedikit waktu agar bisa kembali tenang.

Tuhan, Ajarkan Aku Tersenyum


Hari demi hari rasanya berlalu begitu cepat, tanpa pernah kita sadari, segala persoalan hidup terkadang membuat diri ini penat, habis masa kesabarannya bahkan sampai membuatnya hampir menyerah dan tidak ingin bangkit lagi, kesedihan, kecemasan dan kepenatan kadang seringkali membuat kita lupa bagaimana caranya tersenyum, bagaimana caranya bahagia ? 


1. Masalah memang selalu datang tiap hari, tapi bukan berarti kamu harus memikirkannya, berdamailah dengan hatimu, berdamailah dengan keadaan.


Sebanyak apapun masalah yang tengah kamu hadapi, Tuhan tidak pernah mengatakan dan memintamu memikirkan jalan keluarnya, dia hanya memintamu bersabar dan berdoa. Ikutilah prosesnya, nikmatilah jalanNya. Karena apa yang sedang kamu pikirkan belum tentu sama dengan yang akan Tuhanmu berikan 

2. Sadarlah, Hidup itu indah, sungguh tak layak jika kamu terus terusan Kecewa


Apa yang sedang kamu kecewakan? sadarkah kamu jika tuhan selalu memberikan segala hal yang kamu butuhkan? Mulai detik ini berjanjilah pada dirimu, akan menerima apapun dengan apa adanya. mencoba belajar bangga terhadap apapun yang kamu miliki, karena sesungguhnya hidupmu adalah anugerah Tuhan yang istimewa. tidak perlu kamu ratapi setiap hari, pejamkanlah matamu, tarik nafas sedalam dalamnya, dan tersenyumlah, lepaskan segala kekecewaan dalam hatimu, biarkan dia terbang, lenyap bersama angin, dan hilang tanpa bekas. 

3. Hidup selalu punya dua sisi, Bahagia atau mau Bersedih?


seperti dua mata uang yang saling berlawanan, hidup pun begitu, kamu mau bahagia atau bersedih? jawabannya ada didalam dirimu sendiri, bukankah kedua hal itu adalah pilihan, kamu bebas menentukannya. 
beberapa orang mengatakan, biarkan dirimu bersedih, namun jangan biarkan kesedihan melapisi duniamu, walau bagaimanapun, sebanyak apapun masalah dan kekecewaaanmu, kamu masih berhak bahagia. Tapi, apa kita mau terjebak dalam kesedihan? Merelakan hidup untuk bersedih? Pikirkan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Bukankah kita masih dianugerahi sebagian besar hal yang kita butuhkan agar tetap bahagia?

4. Hidupmu itu berharga, jangan pernah kau sesali



Begitu banyak hal -hal indah yang akan kamu dapati sejak pertama membuka mata, Matahari yang bersinar indah dan cerah, senyuman dari kedua orang tuamu, sapaan hangat dari anggota keluargamu, sebelum kamu menjalani aktivitas dan rutinitas yang melelahkan cobalah untuk sedikit tersenyum, dan bayangkan hal-hal menyenangkan yang pernah kamu alami selama kamu hidup dan bernafas, bukankah Tuhan sudah memberikanmu segalanya? 
Jadi, mana yang kamu pilih, Bersyukur dengan hidupmu dan kamu akan bahagia, atau selalu merasa kurang dan kamu akan merasa Bersedih. 

5. Buang Bebanmu, dan Bahagialah


Mudah kedengarannya, namun tidak sulit juga di praktekan, cobalah sedikit tersenyum meski awalnya di paksakan, namun lama kelamaan kamu juga akan terbiasa melakukannya, katakan dalam hatimu
" Mulai hari ini, saya harus bahagia, apapun yang terjadi saya harus tersenyum." 
Satu hal yang harus kamu tahu, Bahagia itu sebenarnya sederhana. 

Syiffanis Amaar

Naskahmu di tolak penerbit ???


Hai... Sobat.... 
waaah udah lama Syifa nggak nulis di blog lagi nih, 

sebelumnya Syifa mau tanya, sobat udah berapa kali ngirim naskah ke penerbit? penerbit mayoor loh ya, bukan indie, karena kalo penerbit indie udah pasti naskah terbit. :) dan udah berapa kali mengalami penolakan di penerbit mayor?? sekali atau baru dua kali? atau justru lebih? kalo gitu, berati kita sama hehehehe




Tapi sobat masih belum nyerah kan meskipun naskahnya di tolak berkali-kali? yang namanya penulis itu harus punya mental baja !, kenapa syifa katakan harus punya mental baja?, ya karena seorang penulis harus rela dan harus ikhlas kalau naskahnya di tolak, jangan marah marah apalagi sampe berhenti nulis dan membuang mimpi kamu untuk jadi penulis, ckckckck ini nggak banget, kalo kamu masih punya semangat serendah itu, mendingan mundur deh jadi penulis, naskah baru di tolak sekali dua kali saja sudah menyerah, lalu bagaimana dengan J.K Rowling, Raditya Dika dan Tere Liye, mereka juga pasti pernah ngalamin yang namanya PENOLAKAN bahkan sampai berpuluh-puluh kali, tapi coba deh sobat pikirkan, jika seandainya mereka mundur dan menyerah ketika naskah mereka di tolak, kita nggak akan pernah bisa baca karya mereka seperti Harry Potter, Kambing Jantan, dan Negeri para Bedebahnya Tere Liye, naskah-naskah itu ada di toko buku, karena penulisnya tidak pernah lelah berusaha memperbaiki kualitas naskah dan mengirimkannya lagi kepenerbit lain. Ingat Sobat, 

"Bunga tidak akan mekar sebelum waktunya." naskahmu tidak akan terbit sebelum kamu bersungguh-sungguh menerbitkannya. 
oh iya, naskah yang di tolak penerbit itu bukan berarti jelek loh ya, ada beberapa faktor kenapa naskahmu bisa di tolak, berikut poin - poinya : 

  1. Ide yang disampaikan di naskah tersebut sesuatu yang sudah sering diulas di buku-buku yang telah terbit. kalau ini alasannya coba deh cari ide lain yang tentunya lebih menarik, kalau kamu ada di posisi pembacapun kamu males kan baca cerita yang kisahnya begitu begitu aja. 
  2.  Naskah tidak di proses dengan baik. misalnya, kamu menulis tidak pakai hati, yang penting kelar dan cepat selesai, ini klise banget, sebuah karya tidak akan mendapat hasil maksimal jika kita tidak melibatkan hati didalamnya. 
  3. Naskah terlalu berat bagi orang awam. ini juga kesalahan yang sering terjadi, coba deh kamu bayangkan misalkan target pembaca kita remaja, namun bahasa yang kita pakai adalah bahasa baku dan tidak sesuai dengan gaya bahasa remaja pada umumnya, kalau kamu ada di posisi pembaca pun, kamu akan merasa jenuh lantaran tidak mengerti maksud kata-katanya. 


oleh sebab itu, kalau naskah kita di tolak, jangan berkecil hati dulu. perbaikilah lagi, evaluasilah lagi, sampai naskah kamu benar-benar layak untuk di baca 

salam
Syiffanis Amaar


Ketika kita lupa jika masih ada Cinta yang lebih besar dari Cinta seorang manusia


Seringkali kita berfikir, kenapa Tuhan begitu tega, membiarkan hambanya terjatuh dalam lubang yang begitu dalam, dan seakan mengabaikan kita, dia seolah tidak mendengar doa yang kita panjatkan. Tapi pernahkah kita berfikir dan merenung sejenak, Karena siapa masalah itu ada? Apakah Tuhan memberikan masalah pada saat kita lahir ke dunia? pernahkah tersirat diotak kita berapa banyak doa yang sudah dikabulkan Tuhan dan kita tidak menyadarinya terlebih bersyukur kepadanya.

Ketahuilah, Tuhan itu maha pencemburu jika ada hambanya yang berharap kepada selain Dia. 
mungkin ini salah satu alasan, kenapa Tuhan seolah membiarkan kita sendiri menghadapi berbagai masalah. Dia ingin mendengar rintihanmu yang sudah lama tidak terdengar dalam doa doamu. Dia ingin kita kembali mengingatnya.

Tuhan mencintaimu dengan cara yang berbeda dari cinta manusia kepadamu. 
Bukan dengan lisan atau dengan bujuk rayunya, Tapi Tuhan mencintaimu dengan caranya sendiri. saat kita berada dalam titik terendah dalam hidup, dia tidak pernah meninggalkanmu, saat kamu menangis dan merasa kesepian, TanganNyalah yang pertama meraihmu dan memelukmu. Meski tidak dapat dilihat, tetapi jika kita peka akan kehadirannya, Dia akan kita rasakan dalam setiap langkah kehidupan.

Dan ketika tanganmu menengadah keatas, hatimu berbicara kepadanya, sesungguhnya dia mendengarmu, Doa mu menggetarkannya, dan bukannya tidak ingin mengabulkan doamu, sungguh tiada yang sulit baginya, bahkan untuk mengabulkan semua doa doa yang dipanjatkan setiap hari oleh hamba-hambanya, dia mampu mengabulkannya dengan mudah. hanya saja, Tuhan punya pertimbangannya sendiri, dia tahu apapun yang terbaik dan buruk bagimu, atau jika dia merasa doamu tidak pantas untukmu, bukannya Dia tidak akan mengabulkan, tetapi Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik dan akan memberikannya pada waktu yang tepat.

Percayalah, dalam setiap perjalananmu, Tuhan tidak pernah meninggalkanmu, meski beribu dosa kita perbuat, selama kita ingin kembali padanya, dia akan membuka tangannya selebar mungkin dan menerimamu kembali.

Saat kita berjalan kearahnya, Dia akan berlari kearahmu. Jangan sedih kawan, Yakinlah Tuhan akan menghapus air matamu

by
Syiffanis Amaar

Untukmu yang masih menganggap dunia ini tidak adil



Berapa kali sih kita dengar pernyataan "Dunia itu Tidak Adil" sangat sering bukan?, bahkan kita sendiripun sering menganggap jika Dunia itu tidak adil. Ya memang, Dunia itu tidak adil, dan tidak akan pernah adil. Dunia memiliki mekanismenya sendiri dalam kehidupan manusia.
Jujur, akupun pernah menganggap jika Dunia itu tidak Adil, Begitu banyak usaha yang sudah kulakukan demi mencapai keinginan, namun begitu banyak pula kegagalan itu ku terima, sementara orang lain yang kulihat berhasil lebih dulu mendapatkan keinginanya tanpa harus bekerja keras. Segitu kejamnyakah Dunia ini?, separah itukah Dunia memperlakukan manusia?. Tetapi semakin sering aku berfikir ketidak adilan dunia ini, Dunia seakan mengepungku, mencaciku, dan bahkan tidak pernah memihakku.
Sampai pada level terendah dalam hidupku, aku putuskan untuk membalik pola pikir itu, menghapus semua pernyataanku. Dan membiarkan Dunia bekerja sesuai pada porsinya serta menerima dengan ikhlas setiap perkara dengan apa adanya.

Sobat, tahukah kau kenapa Tuhan mendiamkan kita begitu lama, atau bahkan kita merasa Tuhan tidak mendengar doa kita?, itu semua karena Tuhan ingin menguji seberapa kuat kita berjuang demi keinginan itu, seberapa besar keinginan kita, dan seberapa keras usaha yang dilakukan. Dunia memang tidak adil, Tapi ingatlah selalu ada Tuhan Yang maha Adil, Allah.

Jadi, untukmu yang masih menganggap jika dunia itu tidak adil, mari kita rubah pemikiran itu dengan,
" Biarkan Dunia ini tidak adil padaku, selama masih ada Allah yang maha adil kepadaku."

ubah mindset negative kita ke arah yang lebih positive, maka dunia akan bekerja kearah yang positive.


Salam
Syiffanis Amaar


Cintailah Prosesnya, dan Nikmatilah hasilnya

          

           Kita semua tahu, dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang terjadi secara instan, atau bahkan hanya sebuah kebetulan. Semuanya membutuhkan proses yang panjang dan menyakitkan untuk mencapai hasil yang memuaskan. Kadang kala kita bertanya dalam diri sendiri ' Sampai kapan? sampai kapan kita harus berjuang.' Iya, setiap manusia memang selalu menginginkan hasil yang cepat tanpa perlu repot-repot melewati proses yang sedemikian rumitnya. Tapi pernahkah kita berfikir tentang sebuah keramik indah yang di jual di sebuah pasar tradisional atau bahkan mall besar, bukankah sebuah keramik sekalipun memerlukan proses yang panjang dan menyakitkan, dari mulai tanah liat yang tidak berharga, lalu di olah dan di putar terus oleh pengrajin hingga membentuk suatu bentuk yang di inginkan, lalu di jemur dalam panasnya terik matahari, bahkan tidak berhenti sampai disana, sebuah keramik yang masih setengah jadi itu harus di bakar dalam panas api yang menyala kemudian di dinginkan dan di jemur lagi, hingga sampai pada proses pewarnaan, barulah bisa menjadi bentuk indah dan harga yang mahal?.

             Demikian juga dengan manusia, kita tidak di tuntut untuk terus bertanya, 'Sampai Kapan.' hanya saja kita hanya perlu menikmati prosesnya, mencintai alur yang sedang Tuhan berikan untuk mencapai apa yang kita inginkan. dan saat semua proses itu selesai, kita bisa menikmati hasilnya, Indah Bukan?

               Karena itu, bersabarlah, Tuhan sedang mengujimu seberapa kuat tekadmu dalam mencapai keinginan, Tidak ada sebuah proses yang sia-sia jika di jalani dengan senang hati dan ikhlas, mungkin saat ini kamu sedang bersedih karena begitu sulitnya menempuh proses yang bertubi-tubi, tapi yakinlah, kesuksesanmu sedang menunggu di ujung jalan sana, menantimu dan mempersiapkan diri untuk mengucapkan 'Selamat datang' kepadamu.

               Aku juga sering merasakan hal yang sama, tiba-tiba down dan berfikir untuk menyerah, tapi saat aku menengok ke belakang dan melihat semua proses yang sudah ku lalui, rasanya terlalu bodoh untuk berhenti sampai di titi itu, jadi aku berfikir untuk melanjutkannya kembali. Ayo Sobat, dunia ini bukan tempat kita menyerah, dunia selalu menantangmu, mempersembahkan karya-karya terbaik

salam
Syiffanis Amaar